Tuesday, September 4, 2012

7 Siklus tanda putus cinta


Bila Anda mencoba untuk berpikir sejenak, Anda akan menyadari bahwa meskipun setiap kasus putus cinta berbeda, reaksi psikologis yang terjadi dan dialami oleh setiap orang yang mengalaminya adalah sama. Setiap orang yang mengalami kesedihan dan rasa sakit yang sama nyatanya dengan yang Anda alami.

Bukannya mengecilkan kepedihan yang Anda alami, tapi saya hanya ingin Anda tahu, bahwa saya mengerti apa yang sedang Anda rasakan dan alami sekarang. Saya tahu bahwa saat ini hanya rasa pedih di hati Anda yang menjadi pusat dalam hidup Anda. Dan Anda menjalani hari-hari Anda dengan mengulang siklus yang sama berikut ini:

1. Setiap kali Anda bangun tidur, Anda menatap langit-langit kamar Anda dengan rasa hampa di hati. Sering kali di pipi Anda terdapat bekas air mata yang mengering. Hal pertama yang Anda rasakan adalah rasa kesepian yang begitu mencekam karena telah kehilangan orang yang Anda sayangi.

2. Meskipun Anda tetap mengerjakan aktifitas Anda sehari-hari seperti bekerja, kuliah dan bertemu teman-teman, tapi Anda tidak bisa berkonsentrasi secara penuh. Di balik benak Anda selalu terbayang wajah mantan kekasih Anda.

3. Sepanjang hari Anda bagaikan seseorang yang hidup di dua dunia: dunia nyata di mana Anda sudah tidak lagi memiliki si dia, dan dunia kenangan ketika Anda masih bersama dengannya. Hobi dan hal-hal kesukaan Anda terasa tidak menarik lagi bagi Anda. Semua terasa tidak ada artinya.

4. Ketika Anda pergi ke tempat yang biasa dikunjungi berdua, atau melihat benda-benda yang berhubungan dengan mantan Anda, perasaan Anda langsung pilu tidak menentu. Tanpa bisa Anda cegah, semua kenangan manis langsung meluap dan membanjiri pikiran yang membuat Anda semakin sedih.

5. Meskipun teman-teman Anda berusaha menghibur Anda dan memberikan nasihat yang positif, namun yang ada dalam benak Anda adalah, “Tidak ada orang yang mengerti apa yang sedang saya alami dan rasakan..”, karena itu tidak ada nasihat yang benar-benar Anda dengar dan lakukan.

6. Malam hari ketika Anda berada di rumah sendirian, yang Anda lakukan adalah mengulang-ngulang setiap kejadian yang telah Anda lalui bersamanya dan memikirkan kondisi Anda yang menyedihkan tanpa kehadirannya. Anda mengalami pusaran emosi yang berputar-putar: kangen, sedih, kesepian, dan penyesalan, lalu kecewa, marah, bingung, merasa tidak adil, dan benci padanya; dan berputar lagi kembali ke kangen dan begitu seterusnya. Mungkin Anda menangis, mungkin juga tidak, tapi saat akhirnya emosi Anda letih, Anda merasa mati rasa.

7. Akhirnya Anda tidur karena lelah dengan perasaan hampa, dan bangun keesokan harinya hanya untuk kembali ke siklus no. 1 di atas.
Saya sangat tahu rasanya. Karena saya pernah mengalaminya…
Apabila Anda mengalami siklus di atas, saya beritahu: Anda tidak sendirian..
Meskipun siklus di atas adalah hal normal yang dialami oleh setiap orang yang mengalami patah hati, namun apabila Anda tidak segera mengambil kontrol dan mengatasi keadaan ini maka Anda akan semakin terpuruk.

Penting bagi Anda untuk mengetahui bahwa begitu banyak orang mengalami hal yang sama dengan Anda, dan dengan penuh perjuangan mereka telah berhasil melewati masa-masa menyedihkan ini serta meraih kembali kebahagiaan mereka yang sempat hancur.

Terlebih penting lagi bagi Anda untuk menyadari apakah Anda sedang berada dalam siklus di atas, karena bila tidak, maka Anda akan terus berputar-putar dan terjerat dalam arus kesedihan yang merusak hidup Anda. Bila Anda sedang berada dalam siklus di atas, maka ini saatnya untuk mematahkan lingkaran mengerikan ini, sebelum terlambat!

TIPS #2: Tiga Langkah Awal Atasi Putus Cinta

Mengatasi putus cinta tergantung dari beberapa faktor, seperti: seberapa lama dan intensitas hubungan Anda, tingkat keintiman, dan seberapa besar investasi diri Anda pada hubungan tersebut. Karena itu proses penyembuhan setiap orang berbeda-beda.

Beberapa orang dapat dengan mudah mengatasi putus cinta dan melupakan mantan kekasihnya hanya dalam hitungan minggu saja, namun beberapa lainnya terpuruk sedemikian lama hingga berbulan-bulan, bahkan tahunan, keluar dari belenggu sakit hati akibat putus cinta.

Mungkin Anda termasuk golongan yang pertama, atau mungkin yang kedua, tapi bagaimanapun juga sebuah proses penyembuhan tidak akan pernah di mulai apabila Anda tidak melakukan apapun. Jadi setelah Anda menyadari dan mengerti hal pertama yang harus dilakukan: STOP Berpikir Sendiri, maka berikut adalah tiga langkah awal yang bisa langsung Anda kerjakan saat ini juga.

1. Berdoa.

Jangan meremehkan kekuatan sebuah doa. Dan saya tidak sedang berbicara mengenai hal yang spiritual atau religius. Saya sedang berbicara tentang sebuah proses psikologis yang nyata. Karena dengan berdoa, Anda mengijinkan diri Anda untuk menerima kenyataan, menerima semua rasa sakit, merelakannya dengan ikhlas, dan yang terpenting, memaafkan diri Anda sendiri. Saya tidak peduli apa agama dan kepercayaan Anda, saya bahkan tidak peduli apakah Anda beragama atau tidak, yang saya ingin Anda lakukan hanyalah mengucapkan beberapa baris kalimat di bawah ini dengan segenap perasaan dan seluruh niat Anda.Ambil waktu dan tempat pribadi di mana Anda tidak akan diganggu, dan ucapkan kalimat berikut dari dasar hati Anda:

“Saya sangat bersyukur karena telah mendapat kesempatan yang berharga bertemu dengan XXX (sebutkan nama mantan kekasih Anda). Saya bersyukur atas semua masa-masa indah dan kenangan manis yang telah saya alami bersamanya. Maafkan kesalahan saya yang tidak bisa menjaga hubungan ini, dan maafkan kesalahan XXX yang tidak bisa mempertahankan hubungan ini. Saya berdoa agar dia selalu bahagia dan mendapatkan apa yang dia cari. Tolong jaga dan lindungi XXX karena saya menyayanginya. Terimakasih atas pengalaman yang berharga ini. Saya tidak akan menyia-nyiakannya. Saya menerima dan merelakan semua yang terjadi. Amin..”

Begitu Anda selesai berkata “amin..”, saya janji Anda akan langsung merasakan kelegaan yang luar biasa. Kelegaan atas segala rasa bersalah dan ketidak relaan yang menghimpit Anda selama ini. Anda akan merasakan tubuh dan hati Anda menjadi lebih ringan, seolah-olah sebuah beban berat telah diangkat. Dan Anda pun akan siap untuk langkah yang berikutnya.

2. Lakukan kegiatan yang membuat Anda sehat, nyaman dan energik.

Anda perlu menaruh perhatian yang besar pada kesehatan dan kenyamanan hidup Anda. Tidak ada orang yang dapat melakukan itu selain Anda sendiri. Misalnya hal-hal seperti shopping, memperbaiki pola makan dan istirahat, serta apapun yang membuat Anda bersemangat kembali. Saya sangat menganjurkan Anda mulai berolah raga, mungkin fitness atau jogging dengan teman-teman Anda. Karena bukan saja Anda akan merasa lebih sehat, olah raga adalah tempat penyaluran yang positif bagi emosi negatif Anda.

Gali lagi hobi Anda yang terhilang. Anda pasti punya beberapa minat dan hobi yang dikubur semenjak pacaran dahulu, entah karena terlalu sibuk atau bertentangan dengan minat sang kekasih saat itu. Saatnya bagi Anda untuk kembali menggali dan memainkan hal-hal tersebut lagi.

3. Temui sahabat-sahabat Anda.

Salah satu hal terpenting dalam proses penyembuhan adalah menceritakan bagaimana keadaan dan perasaan Anda. Sebisa mungkin usahakan agar Anda tidak merenung sendirian terlalu banyak. Berkumpul lah bersama teman-teman Anda, dan bersenang-senanglah.

Selain sahabat-sahabat terdekat, Anda juga dapat menghubungi teman-teman yang sudah lama tidak pernah bertemu dengan Anda. Kontak mereka melalui Facebook dan atur janji untuk reuni kecil-kecilan. Ketika Anda bertemu dengan teman-teman lama Anda, teman SMP/SMA mungkin, sudah pasti akan tercipta suasana yang menyenangkan. Dan ini sangat bagus untuk Anda.

Dan selanjutnya Anda pun bisa mulai bertemu dengan teman-teman baru. Buka diri Anda dan jangan menutup pergaulan. Bertemu orang-orang baru akan memberikan pengalaman baru bagi Anda, dan ketika Anda dikelilingi oleh suasana yang baru, akan sulit bagi Anda untuk terus memikirkan masa lalu Anda.

Ketika Anda melakukan ketiga langkah di atas untuk pertama kalinya, mungkin belum terasa sebuah perubahan yang signifikan pada keadaan emosi maupun hidup Anda, tapi yang jelas hal tersebut JAUH LEBIH BAIK dari pada bila Anda hanya bermuram durja dan meratapi kesedihan Anda yang tiada akhir.
Semakin sering Anda bersedih, semakin terpuruk keadaan Anda, dan semakin sulit pula untuk menyembuhkan diri serta meraih kebahagiaan Anda kembali.

Dengan melakukan langkah-langkah di atas, saya yakin Anda akan dapat melalui keadaan ini dengan lebih mudah dan ringan

Anda Tidak Sendirian…

“Aku mau ngomong penting sama kamu…”

Ketika mendengar kalimat itu dari sang kekasih, rasanya jantung serasa berhenti sepersekian detik. Sebenarnya Anda sudah tahu ketika hubungan Anda dengannya sudah mendekati hari-hari terakhir… dan kalimat tersebut adalah awal dari sebuah pengalaman yang menyakitkan dan menyedihkan dalam hidup Anda.


Anda putus hubungan dengan sang kekasih… dan di sini sekarang Anda berada.


Putus cinta adalah salah satu situasi yang paling mengerikan, menyedihkan dan paling tidak enak yang dapat dirasakan oleh seseorang. Kalau dalam bahasa Inggrisnya patah hati disebut broken heart, itu karena memang menggambarkan keadaan emosi dan perasaan seseorang yang tengah mengalami keadaan ini. Hancur berantakan. Bagaikan sebuah gelas beling yang terbanting ke lantai, berkeping-keping, berserakan ke mana-mana.


Sedih, kangen, sayang, marah, bingung, kaget, penyesalan dan sejuta perasaan lainnya bercampur aduk jadi satu dalam ramuan yang membuat Anda sakit dan ingin berlari sejauh-jauhnya. Dan memang itu yang banyak dilakukan orang dalam keadaan ini:melarikan diri.


Jiwa Anda seperti menggeliat, meregang dalam rasa sakit putus cinta yang tidak kunjung mereda. Orang-orang di sekitar Anda berkata, “Sudahlah, luka putus cinta seperti ini pasti sembuh sendiri seiring waktu.” Namun itu terasa seperti nasihat omong kosong karena Anda sama sekali tidak merasa seperti itu. Setiap hari yang berlalu dari momen tragis itu, Anda merasa semakin pedih, kegundahan yang sulit dinyatakan dengan kata-kata. Sepertinya tidak ada seorang pun yang bisa memahami rasa pilu di hati Anda.


Sobat, Anda tidak sendirian..


Anda kerap terbayang akan kisah-kisah indah yang pernah dilalui bersamanya dahulu, jauh sebelum putus cinta. Anda tidak bisa berhenti memikirkan seluruh janji cinta manis yang disampaikan olehnya. Seluruh tulisan surat cinta, SMS cinta, puisi cinta, candaan cinta lewat telepon, serta pertemuan-pertemuan yang hangat dan nyaman.


Semua terasa begitu sempurna. Anda bisa yakin itu bukan perasaan kasmaran Anda saja karena ada banyak orang yang begitu mendukung, mengkonfirmasi, bahkan iri akan keindahan hubungan cinta Anda dengannya. Dan ketika semuanya berakhir, semuanya terasa… runtuh, hancur berantakan.


Anda sudah mencoba untuk kuat melewati masa putus cinta ini. Anda berkali-kali berteriak pada diri sendiri untuk bangun dan bertahan. Apa daya, cinta Anda terputus bersamaan dengan asa untuk melanjutkan hidup Anda. Rasa sakit datang bertubi-tubi, membuat Anda jiwa Anda lelah dan terlalu hampa untuk hal-hal lainnya. Anda jatuh terluka. Hati Anda. Jiwa Anda. Mental Anda. Fisik Anda. Seluruhnya.
Sobat, Anda tidak sendirian..


Saya bisa menulis itu semua karena saya pernah berada di posisi Anda. Apa yang Anda rasakan hari ini bukan sebuah fenomena yang unik milik Anda dan saya saja. Menurut statistik, setiap harinya diperkirakan ada satu kisah putus cinta untuk setiap dua puluh pasangan di dunia ini.


Anda perlu mengetahui bahwa apapun yang Anda rasakan sekarang adalah ALAMIAH, WAJAR dan NORMAL. Anda tidak perlu merasa bersalah jika ingin mengurung diri sepanjang hari, menangis sepanjang minggu, berteriak-teriak menyalahkan keadaan sepanjang bulan, atau bahkan sesekali terpikir untuk menyakiti diri demi mengalihkan perhatian dari lirih luka di hati Anda.


Anda BERHAK untuk merasa kecewa, hancur dan tersakiti!


Saya tahu persis rasanya. Saya sangat mengerti bahwa Anda sudah cukup menderita dengan penolakan dan putus cinta, jadi rasanya saya tidak perlu lagi memperparah keadaan dengan memarahi Anda atau bahkan melarang Anda melakukan hal-hal bodoh, konyol, dan tidak berguna seperti itu.
Silakan Anda curahkan semua emosi, penyesalan dan kekecewaan Anda. Saya akan menunggu di sini. Saya tidak akan ke mana-mana… Karena setelah Anda lelah melakukan itu semua, saya ingin mengulurkan tangan dan mengajak Anda untuk kembali berdiri.




Untuk itu saya ada di sini. Untuk membantu Anda menata kembali diri Anda yang sedang hancur.


Langkah demi langkah.. Perlahan namun pasti..


Tidak pernah ada pil obat ajaib untuk mengatasi putus cinta secara instan. Satu-satunya yang bisa Anda lakukan saat ini adalah apa yang saya sebut damage control, yakni mengendalikan kondisi agar tidak lebih rusak dan menyakitkan daripada seharusnya. Baru setelah itu Anda dapat menjalani proses penyembuhan Anda.
Anda bisa memulainya dengan membaca:  TIPS#1: Stop Berpikir Sendiri!

TIPS#1: Stop Berpikir Sendiri!

Putus cinta memang menyakitkan. Tapi mengalami putus cinta berarti Anda sudah pernah menjalin cinta. Berarti Anda sudah pernah menemukan, merasakan dan mendapatkan cinta. Karena itu, hal pertama yang saya ingin Anda lakukan adalah: bersyukur bahwa Anda telah mengalami ini semua. Ini adalah sebuah pengalaman berharga yang akan membuat Anda bertambah kuat dan dewasa.


Ketika Anda mengalami patah hati dan putus cinta, ada dua pilihan yang dapat Anda lakukan. Pertama, Anda dapat terus terpuruk dan hanyut dalam lautan penyesalan dan kesedihan, membuat aspek-aspek lain dalam hidup Anda ikut terseret dalam arusnya. Menjadikan Anda seseorang yang lebih rendah kualitasnya daripada sebelumnya.
Atau Anda dapat mengambil pilihan kedua, Anda dapat belajar dari kesalahan Anda dan menjadikan momen ini sebagai kesempatan emas bagi Anda untuk melesat lebih tinggi menjadi seseorang yang jauh lebih berkualitas dari sebelumnya. Seperti kata pepatah:Apa yang tidak membunuh Anda akan membuat Anda semakin kuat.


Pilihan kedua jelas lebih menarik, bukan?


Tapi pada kenyataannya sangat susah sekali melakukan pilihan tersebut. Saya sangat mengerti rasanya, karena saya sudah mengalaminya. Dan sebelum Anda melakukan apapun, saya ingin memberitahu Anda sebuah kunci krusial apabila Anda ingin menyembuhkan diri Anda dari rasa sakit di hati Anda.


Saya hanya ingin Anda melakukan dan melaluinya dengan tips dan cara-cara yang sehat tanpa merugikan diri.


Sadari bahwa putus cinta adalah bagian dari kehidupan. Cepat atau lambat Anda akan merasakannya, bahkan Anda dijamin mengalami beberapa kali lagi di masa depan dan di sepanjang hidup Anda nanti. Untuk bisa menyembuhkan diri dari rasa sakit dan trauma yang mengerikan ini, sebelumnya Anda perlu benar-benar menyadari sepenuhnya apa yang sedang Anda alami sekarang.


Saya sering menyebut kalimat, “To know yourself is to heal yourself.” Jadi di bawah ini saya akan memaparkan beberapa fakta mengenai proses yang terjadi ketika seseorang mengalami putus cinta.


Hal pertama yang WAJIB Anda lakukan adalah:


STOP BERPIKIR DENGAN OTAK ANDA SENDIRI!


Ini sangat penting! Karena itu saya harap Anda mengingatnya baik-baik..
Ketika kekasih Anda menolak Anda dan berkata bahwa dia tidak memiliki perasaan apa-apa lagi pada Anda. Ketika dia berkata tidak lagi menginginkan Anda. Ketika dia mengatakan sudah memilih orang lain. Ketika dia memutuskan hubungan yang sudah terjalin sekian lama dan menyalahkan Anda sebagai penyebabnya. Yang terjadi adalah: otak Anda akan mengalami yang saya sebut REALITY CRASH.


Otak Anda tidak bisa memproses, menerima dan mempercayai informasi yang masuk. Karena baru seminggu sebelumnya dia berkata sangat menyayangi Anda, karena baru saja kemarin Anda dinner romantis dengannya, jadi bagaimana mungkin hari ini dia berkata tidak lagi menginginkan Anda?
Selama ini Anda merasa bahwa dia adalah milik Anda, lalu tiba-tiba Anda tidak lagi memilikinya. Ini tidak mungkin terjadi! Tidak mungkin! Crash! Crash! Crash!


Ini murni sebuah reaksi psikologis yang normal. Coba ingat-ingat kembali saat Anda kehilangan handphone, dompet atau barang lain yang cukup berharga bagi Anda. Untuk sesaat Anda pasti akan diam terpaku. Otak Anda berjuang keras untuk mencerna informasi yang masuk. Karena baru saja beberapa menit yang lalu handphone tersebut ada dalam kantong celana Anda, bagaimana mungkin bisa hilang dalam sekejap?


Setelah REALITY CRASH, hal berikutnya yang terjadi pada otak Anda adalah berusaha mencari alasan yang logis untuk mengisi kekosongan proses di tahap sebelumnya. Ini adalah tahap 5W1H: What, Who, Where, When, Why dan How.
“Apa yang terjadi? Apa salah saya? Apakah ini sudah direncanakan sejak lama? Sejak kapan? Apa ada pria lain? Kenapa dia jadi begini? Bagaimana mungkin bisa semudah itu? Apa selama ini hubungan kita tidak ada artinya?”


Dan sejuta pertanyaan-pertanyaan lainnya yang langsung Anda lempar pada kekasih Anda. Apapun jawabannya, tidak peduli seberapa logisnya, Anda tidak akan puas mendengarnya. Karena itu semua bukanlah jawaban yang Anda inginkan. Itu bukan jawaban sesuai dengan realita yang Anda inginkan.


Karena tidak berhasil memulihkan realita yang Anda percayai, Anda akan melakukan tahap ketiga: PUSHING. Memaksa kekasih Anda. Otak Anda panik dan akan berputar keras untuk mencari solusi yang mungkin dapat menolong Anda. Otak Anda akan membuat Anda melakukan segala macam cara untuk agar dia mengembalikan keseimbangan hidup Anda.
Memohon, menangis, mengemis, marah, main kasar, mengancam, memelas, dan segala macam cara yang terpikirkan oleh Anda saat itu. Dan ini adalah tahap di mana terjadi kerusakan yang sebenarnya dalam hubungan Anda, yang dapat berakibat fatal.


Setiap orang paling benci dipaksa. Ini adalah prinsip yang harus Anda mengerti. Jadi begitu Anda mulai memaksanya dengan segala macam cara, di saat itu juga dia akan menjauhi Anda dan semakin jengkel dengan Anda. Sampai satu titik, apabila Anda melakukan hal-hal tersebut terus menerus, dia bahkan tidak akan mau lagi melihat wajah Anda lagi.


Yang harus Anda lakukan apabila Anda tidak ingin kehilangan si dia dan merusak hubungan ini selamanya, adalah:


STOP BERPIKIR DENGAN OTAK ANDA SENDIRI!


Keadaan mental dan emosi Anda sedang mengalami guncangan. Logika Anda sedang kacau balau. Shock. Anda sedang tidak dalam keadaan yang sehat untuk mengambil keputusan. Apapun yang Anda pikirkan, apapun yang Anda analisa, dapat dipastikan semuanya akan memperburuk keadaan.
Dalam keadaan seperti ini, otak Anda adalah sumber yang paling tidak bisa Anda percayai. Jadi berhentilah berpikir dan menganalisa. Tujuan utama Anda adalah menenangkan diri dulu. Itu yang terpenting saat ini.


Sama halnya ketika terjadi kebakaran di rumah Anda. Hal pertama yang harus Anda ingat adalah: jangan panik! Apabila Anda tetap tenang, maka Anda dapat berpikir logis tentang barang-barang apa saja yang harus Anda selamatkan. Mana yang penting, mana yang kurang penting, apakah masih ada waktu untuk menelpon pemadam kebakaran, dan semua keputusan-keputusan logis lainnya yang tidak dapat Anda pikirkan apabila Anda dalam keadaan panik

Tips #2:  Tiga Langkah Awal Atasi Putus Cinta